Showing posts with label emosi. Show all posts
Showing posts with label emosi. Show all posts
Wednesday, September 12, 2012
Terapi hati.
Labels:
emosi,
tentang hati
Saturday, September 1, 2012
Sayang seribu kali sayang.
Barangkali aku terlupa menitipkan sedikit pesanan ringkas ini pada kau supaya nanti-nanti antara kita atau lebih tepatnya aku, tidak terluka dek permainan yang sedang kita atau lebih tepatnya kau, hayunkan.
Jangan dekati hati aku kalau hati kau sudah pun ditawan oleh orang lain.
Tapi sayang seribu kali sayang, aku kelewatan segala dan
hati aku sudahpun bernanah terluka.
Labels:
ajaran,
aku.kecewa.,
emosi,
tentang hati
Monday, August 6, 2012
Terus mati.
Masih ada dari kalangan kita takut dengan kebenaran sehingga lupa meneladani hidup dengan kejujuran. Dan makin lama, tahap kepercayaan aku pun makin mati ditelan ketidakjujuran manusia.
Labels:
aku.kecewa.,
emosi
Thursday, July 12, 2012
Terperangkap dalam ruang kebisuan.
Lewat kebelakangan ini, hidup aku seolah-olah dilitupi sesuatu yang berlegar-legar di udara keberadaan aku tanpa rela yang memasung aku menjadi orang paling lemah dan terjelupuk pada rasa ketakutan yang maksima. Makin lama, ada sesuatu yang makin kelam dan hilang. Yang lebih melelahkan, aku makin lumpuh kata-kata, yang menjadikan aku bisu dan pekak; malah tuli untuk menggerakkan satu hal yang harus aku sudahkan. Untuk sekarang, aku mahu lekas sembuh dan kembali terbang bebas di udara tanpa ditempangkan apa-apa.
Dan untuk itu, sama ada aku perlukan ruang yang lebih luas,
atau terus mati bersama emosi yang kian terkubur.
Wednesday, July 11, 2012
Tidak akan ada.
Hilang?
Pergi?
Sedangkan aku sendiri takut merasai kehilangan, mana mungkin aku akan berpergian. Melainkan Tuhan menjatuh hukum menghilangkan ingatan atau menjemput aku menemuiNya, itu saja jalan pemisah buat kita yang sudah umpama digaul darah daging.
Cukup-cukuplah aku sakit ditinggalkan kasih, kasihanilah aku dengan jatuh percaya yang aku sentiasa ada walau jarak itu jadi pemisah.
Boleh?
- Mahatma Gandhi -
Labels:
aku.cinta.sahabat,
emosi
Sunday, July 8, 2012
Hidup dengan kejatuhan.
Aku adalah orang yang sering menghiasi hidup dengan angan-angan yang sememangnya indah bila disulamkan. Dari angan-angan, ada impian yang aku pasakkan tinggi-tinggi yang seeloknya ia dibiar mewah di lingkungan kerahsiaan diri sendiri. Menjadi orang yang sering merasai kesunyian dalam sebilangan masa yang ada dalam hidup kadang-kala bikin hidup seakan-akan kosong dan menyedihkan.
Dalam relung masa beberapa purnama lewat masa ini, kurang-kurangnya aku sudah mulai mampu hidup dalam senyuman dan tawa tanpa memikirkan perihal angan, juga berkaitan hati yang sering menempangkan hidup aku menjadi seorang yang sentiasa tampak lesu dan lemah. Saat ini, mungkin aku perlu jadi lebih kebal dalam setiap permainan yang diatur Tuhan, yang menguji aku menjadi manusia semanusianya manusia. Yang mematangkan fikiran aku untuk percaya, kita perlu hidup dengan kejatuhan sebelum bangkit menggapai impian.
Bersabarlah impian, kelak kau akan disambut oleh kenyataan. - AdiWafi.
Labels:
ajaran,
aku.dan.duniawi.,
emosi
Wednesday, June 13, 2012
Thursday, April 5, 2012
Hati yang mengecil.
Sama ada aku yang sendirian melayan perasaan atau ada sesuatu yang tidak kena dengan emosi yang sedang melayang di hati aku saat ini. Sesungguhnya, rasa yang paling menyebalkan ialah apabila hati kamu secara tiba-tiba mengecil dengan setiap orang di sekeliling tanpa sebarang sebab.
I hate this feeling.
Labels:
emosi,
kecamuk,
serabut,
tentang hati
Thursday, March 15, 2012
Kesan paling tajam.
Hari itu adalah hari yang panjang lain dari kebiasaan. Minda dan tubuh aku seolah-olah disuntik sukrosa yang berlebihan menyebabkan ada perilaku hiper yang kurang kawalan. Menjalani rutin biasa dengan menyunting bahan-bahan berita adalah tanggungjawab insani juga rezeki yang harus aku kerjakan buat isian perut di hujung bulan nanti. Hari itu, hari yang paling sebal aku kira, selain tahap sukrosa yang seolah-olah menggila, aku juga terbeban dek energi tubuh yang digunakan enam hari tanpa henti. Penat dan sedikit hilang. Suntingan yang harus disudahkan aku segerakan agar bebanan otak tidak terus ditujah keras apatah lagi aku sebenarnya sudah sedikit muak dengan rutin harian yang kini seolah-olah menjadi kepingan hidup yang sedikit kosong. Dengan hati-hati yang penuh berhati-hati, kerjaan dibereskan seperti kebiasaan. Syukur ia siap. Hati senyum-senyum dan malamnya lekas-lekas aku keluar dari kepungan yang menyesakkan selepas enam hari terkurung dengan kerelaan. Bebas dan minda langsung menjadi ringan tanpa bebanan.
Esoknya, ada panggilan yang sedikit menjatuhkan. Sedikit terkilan. Seringkali berhati-hati pun belum tentu ia sempurna. Dan diakui, aku hilang fokus. Musibatnya, aku menambah satu lagi pelajaran dalam hidup untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan. Moga ia menjadi kesan paling tajam buat manusia seperti aku yang sentiasa hilang dalam keramaian.
Esoknya, ada panggilan yang sedikit menjatuhkan. Sedikit terkilan. Seringkali berhati-hati pun belum tentu ia sempurna. Dan diakui, aku hilang fokus. Musibatnya, aku menambah satu lagi pelajaran dalam hidup untuk belajar dari kesalahan yang dilakukan. Moga ia menjadi kesan paling tajam buat manusia seperti aku yang sentiasa hilang dalam keramaian.
Labels:
ajaran,
dunia.journalist,
emosi,
kecamuk,
kerjaan,
orang media,
serabut
Tuesday, February 28, 2012
Hilang.
Tapi sayang, ia kini hilang dek rupawan yang dikejar-kejar.
Labels:
aku.cinta.sahabat,
aku.kecewa.,
emosi,
kecamuk
Wednesday, February 15, 2012
Bakal jatuh.
Manusia yang degil adalah manusia yang tidak takut akan apa yang bakal terjadi pada hari mendatang. Manusia yang degil adalah manusia yang berani menghadapi setiap risiko pada ketentuan yang bakal dihadapkan. Aku, sedang dan masih lagi berdegil untuk mengulang kembali setiap sejarah yang pernah aku kecewakan dulu-dulu. Sedangkan, terang-terangan aku tahu dan jelas mengetahuinya bahwa, aku bakal jatuh tersungkur, berdarah dan merasai kesakitan serta hidup bersama parut yang menyebalkan. Aku bakal mengaduh sakit, terbeban, juga merasai terkilan lantaran parut yang dikesankan. Bakal, dan aku harap parutnya tidak kekal kerna aku bakal berdegil-degil sekali lagi. Masih berdegil. Nampak kuat ya? Sebenar-sebenarnya akulah orang yang paling bodoh dan bebal, yang memilih untuk disakiti oleh mereka-mereka yang kabur matanya pada setiap kejadian yang dilahirkan berbeda-beda.
Bersiap-siagalah,
aku bakal jatuh dan harus kuat untuk itu.
Untuk sekali lagi, dan untuk sekian kalinya.
Labels:
ajaran,
aku.kecewa.,
emosi,
kecamuk,
tentang hati
Sunday, February 5, 2012
Putus harap.
Aku fikir, kalau tahun ini masih ada yang belum cuba untuk memulakan sesuatu yang itu, makanya aku fikir, aku harus mula menamatkannya sahaja. Mungkin lebih baik barangkali.
Labels:
emosi,
tentang hati
Monday, January 30, 2012
Terasa kehilangan.
Kalau esok harinya masih punya peneman buat jiwa yang sepi, itu maknanya aku sedang bermain-main dengan mimpi. Kalau esok harinya menjadi hari paling kosong dan menyebalkan, itu maknanya ada realiti yang harus aku hadapkan. Hari ini bakal menjadi hari yang panjang merentasi hari-hari yang bakal dilewati. Aku harus kuat, aku harus kental. Ini rasanya pahit, hakikatnya kelat. Pada setiap saat waktu sendirian nanti, aku pohon agar ada yang sudi memberi aku sedikit rasa untuk meledak tawa. Ruang masa sedang mula berasak-asak menujal hati, dan aku mulai terasa kehilangan, yang amat.
Labels:
aku.cinta.sahabat,
aku.dan.duniawi.,
aku.kecewa.,
emosi,
kecamuk,
serabut
Tuesday, January 24, 2012
Secebis warna pelangi
Dalam setiap satu warnanya, ada meriah untuk kita.
Kalau semalam awan masih mendung dan dingin kekal beraja di pembaringan; walau pelangi masih tidak menjelma mengeliling keberadaan aku; juga masih tiada sirna buat aku terusan menopeng senyuman walau hanya segaris, kurang-kurangnya berikan aku secebis warna pelangi untuk kemeriahan di hari yang bakal aku lewati nanti-nanti.
Labels:
aku.dan.duniawi.,
aku.jiwa.seni,
emosi,
kecamuk,
serabut,
tentang hati
Sunday, January 22, 2012
Ahad yang dingin.
Kotaraya debu ini masih hingar dek deruan enjin kuasa kuda yang lagaknya tidak akan sesaat berhenti kala malam menjelma seusai pagi esok harinya sehingga berulang menjadi satu rutin harian yang normal. Pagi Ahad ini, kotak kecil kamar beradu si gadis agak dingin berbanding hari-hari kebiasaan yang lain yang sering ditemani cahaya matahari dari celahan jendela kotak tegak di kepala. Dia masih nanar di pembaringan selepas menanggung lelah meredah kotaraya besar lewat semalam. Kalau semalam, dia sakit memaksa kantuk yang sedang beraja untuk didiamkan dengan lena yang indah tanpa dihiasi walau sesaat mimpi, waima ia adalah mimpi indah. Baginya, tidur tanpa mimpi itu lebih membahagiakan dari bermimpi-mimpi yang tidak-tidak. Tapi sayang, bukan mimpi yang menghiasi, tapi kantuknya itu ditahan dek hal tidak-tidak yang sering bermain di fikiran. Dia jadi sakit dan rungsing. Dipaksa mata pejam sehingga dia lena di pembaringan usang sebelum lenanya terusik oleh satu suara yang menyebabkan tidurnya tersentak, lalu rasa kantuknya mati. Dan di Ahad yang basah dek hujan yang mendinginkan ini, suasananya bertambah dingin bila mana mulutnya kian terkunci akibat menahan sakit hati yang kian mekar. Dia bermohon agar kedinginan hatinya itu tidak dibawa-bawa sepanjang hari kerna dia bakal menghabiskan Ahad dan hari-hari mendatang dengan kerjaan yang sedang menanti untuk disudahkan. Kalau nanti malam, ia masih dingin dan menyesakkan, dia mohon agar Tuhan lenyapkan segala hal yang tidak-tidak yang sedang mewah di fikiran agar dia bisa tidur dengan tenang. Moga-moga.
Labels:
aku.dan.duniawi.,
emosi
Thursday, January 12, 2012
Langit mendung.
Meniti hari-hari yang masih berbaki ini, aku seolah-olah dikejar anjing jalanan, lantas aku lari laju tanpa henti malah tidak punya masa walau sesaat untuk peluh yang merembes dikesat. Dan saat aku sudah hilang kabur di pandangan si anjing jalanan, aku mulai jalan perlahan, lelah dan mula menghargai peluh yang menitis dengan kesatan lirih berserta degupan yang mengiringi ketakutan. Langit mendung dan aku terpengaruh.
Semalam adalah puncak pada sebuah kehampaan yang membangkitkan kekecewaan, nanarnya perit dan terhiris. Dalam ruang masa yang semakin terhimpit, ada satu hal yang membuatkan emosi aku terganggu dan meninggalkan kesan yang pedih. Untuk apa yang akan terjadi atau apa sahaja usaha yang aku lakukan pun, berangkali ia kekal tidak akan merubah apa-apa. Dan, aku harus berpijak pada realis yang sedang bergerak dalam tempoh yang kata mereka; masih berbaki tiga minggu.
Kau tahu kawan, berada dalam ruang masa yang semakin mengejar dan menghimpit ini satu penyeksaan yang menyakitkan, malah kalau makin sesak di fikiran, ia boleh memuntahkan lahar yang panasnya membahang. Lebih peritnya lagi pabila mengenangkan apa yang akan terjadi pada hari-hari yang bakal aku lewati, tanpa mereka yang sering memenuhi kotak tawa aku sepanjang hampir setahun di sini.
Semalam adalah puncak pada sebuah kehampaan yang membangkitkan kekecewaan, nanarnya perit dan terhiris. Dalam ruang masa yang semakin terhimpit, ada satu hal yang membuatkan emosi aku terganggu dan meninggalkan kesan yang pedih. Untuk apa yang akan terjadi atau apa sahaja usaha yang aku lakukan pun, berangkali ia kekal tidak akan merubah apa-apa. Dan, aku harus berpijak pada realis yang sedang bergerak dalam tempoh yang kata mereka; masih berbaki tiga minggu.
Kau tahu kawan, berada dalam ruang masa yang semakin mengejar dan menghimpit ini satu penyeksaan yang menyakitkan, malah kalau makin sesak di fikiran, ia boleh memuntahkan lahar yang panasnya membahang. Lebih peritnya lagi pabila mengenangkan apa yang akan terjadi pada hari-hari yang bakal aku lewati, tanpa mereka yang sering memenuhi kotak tawa aku sepanjang hampir setahun di sini.
Jika benar mereka mahu pergi, aku harus kuat dan mengiringi dengan senyuman walau pahitnya bakal aku telan bersama sakit yang memeritkan. Kuatlah!
Labels:
aku.cinta.sahabat,
aku.kecewa.,
emosi,
kecamuk,
serabut
Sunday, January 8, 2012
Manusia tanpa ekspresi yang menyakitkan hati.
Manusia yang tanpa perasaan ini sebenarnya sangat menyakitkan hati, malah perilakunya itu cukup untuk buat aku mengalah dan pergi dari terus mengharap. Tahukah kau kawan, kalau ia pun kau egois dengan perasaan sendiri; kurang-kurangnya belajarlah untuk menghargai manusia yang sedang belajar menerima kau seadanya waima hanya dengan sedikit percubaan. Aku tidak mahu ada penyesalan di hujungnya saat aku mulai rasa jelik dengan sikap kau yang langsung tidak mahu melakukan walau sezarah perubahan. Payah ya?
Labels:
ajaran,
aku.dan.duniawi.,
aku.kecewa.,
emosi,
kangen,
kecamuk,
kejelikan
Wednesday, January 4, 2012
Manusia egois yang mahal air mata.
Menjalani kehidupan biasa dengan cara selesa pun belum tentu mampu memuaskan kepingan hati yang sering disakiti dek kesebalan sendiri. Namun itu bukan satu kekesalan yang perlu dicanang-canangkan, sedangkan ada lebih ramai lagi yang hidupnya lebih perit; yang lebih dari segala yang kita tidak pernah tahu, malah mungkin juga tidak mahu ambil tahu. Hidup memang takkan selalu dalam keberuntungan tapi takkan selalu juga dalam kemalangan. Kata seseorang, adakalanya hidup ini perlu juga menangis supaya kita sedar bahawa hidup ini bukan sekadar hanya untuk ketawa. Benar. Tapi manusia egois yang mahal air mata seperti aku ini mana kenal erti sebuah tangisan jika ia hanya semata-mata untuk satu pembaziran yang sia-sia. Namun kamu harus tahu, walau egoisnya aku untuk air mata yang selayaknya diluahkan, aku tidaklah punya jiwa yang kental untuk menepis segala permainan hati yang bahangnya sering dinyala-nyalakan. Untuk sebuah pengharapan, doa sering aku titipkan agar akan adanya sedikit kekuatan dapat ditiupkan untuk aku agar hati kekal mekar berbunga walau sakitnya memeritkan.
Labels:
aku.kecewa.,
emosi,
kangen,
kecamuk,
serabut
Monday, December 26, 2011
Wednesday, December 21, 2011
Senyumnya banyak, bahagianya kurang.
Pada sebuah ketentuan, kita tidak akan pernah sekali tahu apa yang akan terjadi pada hari mendatang; apatah lagi membuat ramalan tentang kejadian selepasnya. Aku selalu yakin dan percaya, hidup ini sentiasa penuh dengan kejutan yang mentakdirkan setiap ketentuan. Kita mahukan segala yang kita telah adun dan rencana itu terjadi dengan langsungnya tanpa sebarang cela, namun kita masih lemah serta tak punya kuasa melawan Tuhan yang sentiasa ada buat kita. Sepanjang setahun ini, terlalu banyak kejutan yang aku hadapi dalam meniti hidup sebagai seorang manusia yang sisinya sentiasa kerdil dan lemah. Senyumnya banyak, tapi bahagianya kurang. Asalkan aku mampu lagi untuk bersenyum-senyum, maknya, ia bukan lagi pengakhiran untuk sebuah kehidupan.
Teruskan bersenyum-senyum.
Labels:
ajaran,
aku.dan.duniawi.,
emosi,
kecamuk,
tentang hati
Subscribe to:
Posts (Atom)


















