Pemilik

My Photo
Dalam ketidakpedulianmu

Sunday, August 3, 2014

Permulaan Augustus

Akhirnya saya memulai Augustus dengan hal-hal absurd, hal-hal yang gering dan hal-hal yang aneh. Pulang ke kota dengan iringan lagu rancak di radio, dan tubir mata yang basah juga hati yang gering. Saya mulai tidak selesa dengan keadaan yang makin lama makin tidak menyenangkan. Hati saya mulai berbagi akan banyak hal. Barangkali ini permulaan bagi dugaan kecil Tuhan untuk sebuah kehidupan akan datang. Saya mulai berasa terlalu penat, sehingga saya tidak mampu untuk berhenti tetapi saya cuma mahu berlari, jauh-jauh, ke sesuatu tempat yang asing, yang sekitarnya mampu membuatkan saya lupa yang saya sebenarnya masih punya hati. Tuhan, betapa seribu kekecewaan pun yang perlu saya telan, sekurangnya jadikan ia berakhir dengan indah.

Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata, 
ketika kita berdua,
hanya aku yang bisa bertanya,
mungkinkah kau tahu jawabnya.

Malam jadi saksinya,
kita berdua di antara kata,
yang tak terucap,
berharap waktu membawa keberanian,
untuk datang membawa jawaban.

Mungkinkah kita,
ada kesempatan,
ucapkan janji takkan berpisah selamanya.