Pemilik

My photo
Hidup kadang-kala terlalu absurd untuk diraikan.

Tuesday, March 1, 2011

Penenang jiwa

Di saat kita dirundung dugaan yang maha hebat, di saat itulah kita perlukan penenang hati dan secebis kata semangat selain kekuatan Allah SWT, solat serta al-Quran penenang jiwa yang utama. Bukan meminta-minta, bukan meraih-raih. Berbicara soal dugaan dengan orang yang kita rapat dan percaya itu hanya sekadar mahukan keserabutan di kepala itu dapat diminimakan. Namun, tidak semua suka dengar apa yang kita bicara. Kecewa pabila ia didengar tanpa balas, tanpa kata yang mampu kuatkan semangat. Kemudian dengan kejam bicara itu dialihkan, tanpa rasa simpati. Bukan meraih simpati. Percayalah, sekadar mahukan penenang.Belas simpati Google.

Terima kasih 100 juta kali untuk mereka yang benar-benar bergelar sahabat yang sudi mendengar keserabutan yang dialami. Terima kasih kawan dunia akhirat yang tak putus membantu dan mendoakan, Wani, Wan, Ajeed, Ieka, Tasha dan Jaja. Juga teman serumah peneman cerita setiap malam, Syida, Ana & Kak Dah. Kawan yang tak pernah rasa bosan beri kata semangat, Marlissa, Shafeza & Aidil. Terima kasih. Setiap yang terjadi itu, ada sebabnya. Doakan aku & keluarga terus kuat bertahan.
Harap Hari Raya tahun ini tiada apa yang kurang. :(

5 comments:

cEro said...

seronok ada kawan2 dan org keliling yg supportive camtu...
aku..tiada...

cikpepel said...

saya sayang kawan saya..

/Dayah/nurul/dayak said...

raya bln 8 kan?
jaga diri k hana :)

aziz said...

i love my friend

ghost writer said...

kamu masih beruntung punya kawan-kawan yang berada di sekeliling kamu.

semoga tetap ada ketenangan dalam kekalutan jiwa.