Pemilik

My photo
Hidup kadang-kala terlalu absurd untuk diraikan.

Wednesday, October 9, 2013

Ketika kau ditebak soal hidup, yang ada hanyalah keluhan.

Apa pemahaman kamu perihal hidup?

Soal itu ditebak waktu aku santai di tepi balkoni rumah di lantai tujuh di samping buku kecil, angin liar dan kesunyian. Saat enjin kuasa kuda sedang meriah di jalanan, di waktu rakyat marhaen sedang bermaki-makian di tengah kemacetan kota, juga di saat mentari sedang dalam perjalanan ke kolong persembunyiannya. 


Yang terlahir paling segera adalah keluhan. Keluhan adalah tanda kita tidak bersyukur, tapi apa daya kita untuk membina pembohongan dengan menerimanya dengan lapang dada? Kita, tetap makhluk yang tercela dengan ketidaksempurnaan. 


Yang utamanya adalah perihal kelelahan menjalani hidup yang penuh misterius. Kerna aku membenci hal-hal misterius, sama seperti membenci hal-hal penuh kerahsiaan dan tanda tanya. Hidup perlu realis, dan aku memilih untuk itu. 

5 comments:

MrShuk said...

Bagi aku ianya lima puluh, walaupun terkadang refleksi hanya separuh.
Ya, teruskan. Kamu, aku, mampu.

APi said...

Hal misterius itu sering menjadi tanda tanya yang membuatkan kita berpikir akan itu dan ini. Cumanya, muncul tanda tanya kedua; betulkah apa yang kita pikirkan?

manusiaekstinsi said...

Bagaimana misteri pelangi terwujud yang bisa menyembuhkan seorang manusia sewaktu duka,begitulah aku mahukan.

pembaris said...

mistrius supaya kita berfikir..kan?

the malay male said...

kita memilih apa yang ingin kita lalui.

bersikap terbuka akan menghilangkan sedikit sebanyak misteri kehidupan itu.