Pemilik

My photo
Hidup kadang-kala terlalu absurd untuk diraikan.

Thursday, April 11, 2013

Rasa yang terbuang.

Malam jadi saksinya
Kita berdua di antara kata
Yang tak terucap
Berharap waktu membawa keberanian
Untuk datang membawa jawaban

Berdua saja - Payung Teduh

Kita sering berada dalam waktu yang salah untuk rasa yang tepat.
 Pengakhirannya hanyalah sia-sia dan kita hidup dalam rasa yang terbuang. 

Kota Saigon, 9 April.

14 comments:

the malay male said...

wow..ilham dari kota saigon :-)

Felly Sophia said...

Dan itu waktunya untuk kita ambil risiko.

Rapunzeel Cikilolo said...

kita hidup memang dengan masa yang terbuang...

aieh...

jeBateja said...

Err..Sajak ke ni...??

Wadi AR said...

bawak balik pakwe vietnam nampak

CassiaSiamea said...

kata seseorg:

yg tak terucap hanya kata, yg tersimpan itu rasa, yg terluah itu nista

kakaka

CassiaSiamea said...

"kakaka" tu sepatutnya tiada

ctpayong said...

Kita sering berada dalam waktu yang salah untuk rasa yang tepat.

... takdir itu tidak pernah silap cuma kita sering saja rasa tidak tercapai hajat pada waktu yang tepat.

Nazgold said...

jauh tapi manis dibenua asia :)

Kepala Manchis said...

wahhh melancong yo!

Päk Läng said...

ya, dan pada akhirnya kita cuma hidup dalam rasa terbuang. rasa yang lahir cuma untuk dipeluk oleh diri sendiri. secara zahirnya, kehidupan tampak normal di mata yang lain.

jatohmasoklongkang said...

Hidup la dalam masa yang berjalan. Haha.

silent said...

kota saigon kat mana eh?

APi said...

dan mata kita saling bertahutan,
memerhati di gerak perlahan,
menanti siapa yang dahulukan. =)